| Kembali |
| Nomor Perkara | Penuntut Umum | Anak Berhadapan dengan Hukum | Status Perkara |
| 1/JN-Anak/2024/MS.Mrd | 1.NOVI NIAZARI, S.H 2.WENDY YUHFRIZAL, S.H 3.Riko Adrian,S.H |
ZAID AR RASYID BIN ALM HAMDANI | Minutasi |
| Tanggal Pendaftaran | Senin, 01 Jul. 2024 | ||||||||
| Klasifikasi Perkara | Pemerkosaan | ||||||||
| Nomor Perkara | 1/JN-Anak/2024/MS.Mrd | ||||||||
| Tanggal Surat Pelimpahan | Kamis, 27 Jun. 2024 | ||||||||
| Nomor Surat Pelimpahan | B-787/L.1.31/Eku.2/06/2024 | ||||||||
| Penuntut Umum |
|
||||||||
| Anak Berhadapan dengan Hukum |
|
||||||||
| Advokat | |||||||||
| Anak Korban | |||||||||
| Dakwaan |
--- Bahwa anak atas nama ZAID AR RASYID Bin (alm) HAMDANI, pada hari Jumat tanggal 17 Mei tahun 2024, sekitar pukul 09.00 WIB, atau setidak-tidak pada pada suatu waktu tertentu pada bulan Mei tahun 2024, bertempat di Gampong Meunasah Pueb Lueng Nibong Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Mahkamah Syar’iyah Meureudu yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, “Dengan sengaja melakukan Jarimah Pemerkosaan terhadap Anak” yakni Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA berdasarkan Akta Kelahiran Nomor : 477/1212/Ist/Cs-T/2011 tanggal 02 Maret 2011 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pidie Jaya atas nama ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA lahir pada tanggal 10 Desember 2008, dimana pada saat kejadian masih berusia 16 (enam belas) tahun, perbuatan tersebut dilakukan Anak atas nama ZAID AR RASYID Bin (Alm) HAMDANI dengan cara sebagai berikut :
--- Bahwa berawal pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2024 sekira pukul 21.00 WIB anak atas nama ZAID AR RASYID menghubungi Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke handphone milik ibu kandung anak korban yang bernama Saksi SITI HAWA Binti ABDULLAH, dan langsung diangkat oleh Saksi SITI HAWA dan saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID menanyakan dalam bahasa Aceh “pu katenget droeneuh mak (apa udah tidur buk)”, dan dijawab oleh Saksi SITI HAWA “long katenget (saya sudah ngantuk)” kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID menanyakan kepada Saksi SITI HAWA “long wo dari bireun, (saya baru pulang dari bireuen), long piyoh siat bak rumoh droeneuh jed (boleh saya istirahat sebentar dirumah ibu)” dan dijawab oleh Saksi SITI HAWA “ngen so keuh (sama siapa)” kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan “dua ngen ngen long (berdua dengan teman saya)” kemudian Saksi SITI HAWA mengatakan “boeh preh ilei hinan bah long buka pinto (tunggu dulu sebentar biar saya buka pintu)” tidak lama kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi TEUKU AFI FADHALI Bin TEUKU MUSTAFA masuk kedalam rumah Saksi SITI HAWA dan langsung duduk diruang tamu kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan “neubi ie bacud kagrah kuh (boleh saya minta air minum sedikit saya sudah haus)” dan saat itu Saksi SITI HAWA mengambil air minum dikulkas dapur rumah, setelah anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi TEUKU AFI FADHALI minum maka saat itu Saksi SITI HAWA mengatakan “awakkah kajed kayakwo, kajula malam ujeun pih kahanale (kalian berdua udah bisa pulang, malam sudah larut)”, kemudian saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi TEUKU AFI FADHALI langsung pulang dan keluar dari rumah Saksi SITI HAWA.
--- Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2024 sekira pukul 01.00 WIB anak atas nama ZAID ARRASYID kembali menghubungi Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke nomor Handphone ibu kandung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH yaitu Saksi SITI HAWA dengan cara chating via Whats App dan mengatakan kepada Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH untuk ketemuan, dan kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab masih melalui chatting “kapan?” dan dibalas oleh anak atas nama ZAID ARRASYID “sekarang”, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “gila ya, udah jam berapa ini”, kemudian anak atas nama ZAID ARRASYID menjawab “gak apa-apa, sebentar aja tadi gak sempat ketemu kan” kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “gak mau, kapan-kapan aja soalnya harus cari alasan dulu”, kemudian anak atas nama ZAID ARRASYID mengatakan “sebentar aja gak lama pun, kalau gak mau keluar besok saya ke rumah lagi”, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “jangan sering-sering kerumah nanti gak enak sama tetangga”, kemudian anak atas nama ZAID ARRASYID mengatakan “makanya keluar sekarang” kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “udah ngomong gitu sekarang ya?”, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan “cuma pengen ketemu aja” lalu anak atas nama ZAID AR RASYID kembali mengatakan kepada Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dengan cara chating “udah siap-siap, biar aku tunggu”, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “ya, udah”.
--- Bahwa kemudian setelah melakukan chating via Whats App dengan menggunakan Handphone milik ibu kandung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH maka saat itu Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH langsung siap-siap dan mengganti pakaian selanjutnya Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH keluar rumah lewat pintu samping, dan saat itu Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH langsung menuju kedepan rumah kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menunggu sekitar lebih kurang 5 (lima) menit lamanya dan kemudian datang anak atas nama ZAID AR RASYID dan TEUKU AFFID FADLI, selanjutnya Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ditarik oleh anak atas nama ZAID AR RASYID untuk naik ke sepeda motor merek Honda Scoopy warna putih, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dibawa ke rumah teman dari abang kandung anak atas nama ZAID AR RASYID, namun Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tidak mengenal siapa pemilik rumah atau teman dari abang kandung anak atas nama ZAID AR RASYID tersebut, dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH melihat saat itu TEUKU AFFID FADLI langsung pergi, lalu Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH disuruh masuk kedalam kamar didalam rumah dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH langsung mengunci pintu kamar tersebut dari dalam, sedangkan anak atas nama ZAID AR RASYID pergi bersama abang kandungnya yang bernama Saksi NAILUL MUNA Bin (alm) HAMDANI untuk membeli rokok, selanjutnya lebih kurang 15 (lima belas) menit anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi NAILUL MUNA kembali kerumah tersebut dan selanjutnya Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dibawa oleh anak atas nama ZAID AR RASYID menuju ke rumah anak atas nama ZAID AR RASYID yang berada di Gampong Meunasah Pueb Lueng Nibong Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya.
--- Bahwa selanjutnya setibanya di depan rumah anak atas nama ZAID AR RASYID, Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tidak mau untuk masuk kedalam rumah tersebut, lalu pada saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID melakukan pemukulan terhadap Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH di bagian punggung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH sebanyak 3 (tiga) kali, setelah itu anak atas nama ZAID AR RASYID menampar Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak 2 (dua) kali dan mengenai wajah sebelah kanan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID menarik rambut Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH lalu menarik tangan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH secara paksa untuk masuk ke dalam rumah anak atas nama ZAID AR RASYID, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH masuk ke dalam rumah anak atas nama ZAID AR RASYID dan anak atas nama ZAID AR RASYID langsung menuntun Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke dalam kamar, saat Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH masuk ke dalam kamar bersama dengan anak atas nama ZAID AR RASYID, anak atas nama ZAID AR RASYID langsung mengunci pintu kamar dan kunci pintu kamar tersebut disimpan oleh anak atas nama ZAID AR RASYID, sehingga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tidak tahu harus bagaimana untuk melarikan diri dari dalam kamar tersebut, selanjutnya saat di dalam kamar bersama anak atas nama ZAID AR RASYID, Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH di pukul pada bagian punggung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH sebanyak 2 (dua) kali dan menampar Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID menarik rambut Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH hingga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH merasa kesakitan dan ketakutan, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mendorong Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke atas kasur hingga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH terjatuh di atas kasur, lalu anak atas nama ZAID AR RASYID dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tertidur.
--- Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 17 Mei tahun 2024 sekira pukul 09.00 WIB, setelah anak atas nama ZAID AR RASYID terbangun langsung menindih Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dengan cara berada diatas Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan mencium Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH di bagian bibir Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan tangan anak atas nama ZAID AR RASYID meraba-raba serta meremas payudara Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH secara berulang-ulang, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID memasukkan penisnya kedalam kemaluan (vagina) Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH hingga melakukan hubungan intim dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH merasakan sakit pada kemaluan (vagina) Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH, selanjutnya anak atas nama ZAID AR RASYID melakukan gerakan naik turun selama lebih kurang 3 (tiga) menit lamanya, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengeluarkan spermanya kedalam mulut Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH membuangnya dengan cara memuntahkan sperma tersebut kelantai, setelah menyalurkan hasratnya anak atas nama ZAID AR RASYID kembali memakai pakaiannya dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH juga memakai pakaian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH kembali kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan anak atas nama ZAID AR RASYID kembali tidur di atas kasur secara bersama-sama, bahwa Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH selama 6 (enam) hari telah disekap didalam kamar dirumah anak atas nama ZAID AR RASYID tersebut dan anak atas nama ZAID AR RASYID telah melakukan pemerkosaan dengan cara memaksa Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH sebanyak 3 (tiga) kali dalam sehari.
--- Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 21 Mei 2024 sekira pukul 16.00 WIB, anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan kepada Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH bahwa akan pergi kerumah Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH yang berada di Gampong Cot Lheue Rheng Kec. Trienggadeng Kab. Pidie Jaya untuk menjumpai ibu kandung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH agar seolah-olah anak atas nama ZAID AR RASYID mencari keberadaan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH namun hal tersebut tidak jadi dilakukan oleh anak atas nama ZAID AR RASYID, selanjutnya pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2024 sekira pukul 22.00 WIB, anak atas nama ZAID AR RASYID meminta Handphone Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH merek IPhone XR untuk diperbaiki di counter Handphone yang terletak di daerah Teupin Raya, setelah Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH memberikan Handphone tersebut maka saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID pergi keluar rumah dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dikunci didalam kamar rumah tersebut, selanjutnya sekira pukul 00.00 WIB, Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dijemput oleh Anggota Sat Reskrim Polres Pidie Jaya, dan membawa Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke Polres Pidie Jaya untuk bertemu dengan keluarga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH yang sudah menunggu di Polres Pidie Jaya.
--- Bahwa atas kejadian tersebut, pihak keluarga Anak Korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Kepolisian Resor Pidie Jaya.
--- Berdasarkan Surat Visum Et Repertum Nomor : R/150/V/KES.3.1/2024/RS.BHY dari Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Tanggal 23 Mei 2024 telah dilakukan Pemeriksaan terhadap Pasien yang bernama ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA, yang ditandatangani oleh dr. RINA SABRINA, dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
Pada pemeriksaan Fisik :
Pemeriksaan Lokalis :
Anus : kekuatan otot pelepasan longgar, satu jati pemeriksa bisa dimasukkan.
Kesimpulan : Telah dilakukan VER pada ZUHRATUL AMALIYAH umur 16 tahun perempuan, dijumpai luka robek pada selaput dara perlukaan lama. Pasien memerlukan bimbingan psikolog anak. ---Berdasarkan Surat Hasil Pemeriksaan Psikologis Tindak Pidana Pemerkosaan Terhadap Anak Di Bawah Umur atas nama ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA pada hari Kamis tanggal 13 Juni 2024 telah dilakukan pemeriksaan psikologis oleh Endang Setianingsih, M. Pd, Psikolog dengan metode pemeriksaan:
Dengan Kesimpulan : Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA patut diduga kuat telah menjadi korban Jarimah Pemerkosaan terhadap Anak dengan tersangka yang bernama ZAID AR RASYID Bin (Alm) HAMDANI dan korban ZUHRATUL AMALIYAH dijadikan relasi dalam hubungan berpacaran yang kemudian dijadikan relasi kuasa yaitu keinginan ZAID AR RASYID untuk menguasai ZUHRATUL AMALIYAH melalui berpacaran.
--- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Jo Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
ATAU
KEDUA --- Bahwa anak atas nama ZAID AR RASYID Bin (alm) HAMDANI, pada hari Jumat tanggal 17 Mei tahun 2024, sekitar pukul 09.00 WIB, atau setidak-tidak pada pada suatu waktu tertentu pada bulan Mei tahun 2024, bertempat di Gampong Meunasah Pueb Lueng Nibong Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Mahkamah Syar’iyah Meureudu yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, “Dengan sengaja melakukan Jarimah Pelecehan Seksual terhadap Anak” yakni Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH BINTI (alm) ZAKARIA berdasarkan Akta Kelahiran 477/1212/Ist/Cs-T/2011 tanggal 02 Maret 2011 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pidie Jaya atas nama ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA lahir pada tanggal 10 Desember 2008, dimana pada saat kejadian masih berusia 16 (enam belas) tahun, perbuatan tersebut dilakukan Anak atas nama ZAID AR RASYID Bin (alm) HAMDANI dengan cara sebagai berikut :
--- Bahwa berawal pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2024 sekira pukul 21.00 WIB anak atas nama ZAID AR RASYID menghubungi Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke handphone milik ibu kandung anak korban yang bernama Saksi SITI HAWA Binti ABDULLAH, dan langsung diangkat oleh Saksi SITI HAWA dan saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID menanyakan dalam bahasa Aceh “pu katenget droeneuh mak (apa udah tidur buk)”, dan dijawab oleh Saksi SITI HAWA “long katenget (saya sudah ngantuk)” kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID menanyakan kepada Saksi SITI HAWA “long wo dari bireun, (saya baru pulang dari bireuen), long piyoh siat bak rumoh droeneuh jed (boleh saya istirahat sebentar dirumah ibu)” dan dijawab oleh Saksi SITI HAWA “ngen so keuh (sama siapa)” kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan “dua ngen ngen long (berdua dengan teman saya)” kemudian Saksi SITI HAWA mengatakan “boeh preh ilei hinan bah long buka pinto (tunggu dulu sebentar biar saya buka pintu)” tidak lama kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi TEUKU AFI FADHALI Bin TEUKU MUSTAFA masuk kedalam rumah Saksi SITI HAWA dan langsung duduk diruang tamu kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan “neubi ie bacud kagrah kuh (boleh saya minta air minum sedikit saya sudah haus)” dan saat itu Saksi SITI HAWA mengambil air minum dikulkas dapur rumah, setelah anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi TEUKU AFI FADHALI minum maka saat itu Saksi SITI HAWA mengatakan “awakkah kajed kayakwo, kajula malam ujeun pih kahanale (kalian berdua udah bisa pulang, malam sudah larut)”, kemudian saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi TEUKU AFI FADHALI langsung pulang dan keluar dari rumah Saksi SITI HAWA.
--- Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2024 sekira pukul 01.00 WIB anak atas nama ZAID ARRASYID kembali menghubungi Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke nomor Handphone ibu kandung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH yaitu Saksi SITI HAWA dengan cara chating via Whats App dan mengatakan kepada Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH untuk ketemuan, dan kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab masih melalui chatting “kapan?” dan dibalas oleh anak atas nama ZAID ARRASYID “sekarang”, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “gila ya, udah jam berapa ini”, kemudian anak atas nama ZAID ARRASYID menjawab “gak apa-apa, sebentar aja tadi gak sempat ketemu kan” kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “gak mau, kapan-kapan aja soalnya harus cari alasan dulu”, kemudian anak atas nama ZAID ARRASYID mengatakan “sebentar aja gak lama pun, kalau gak mau keluar besok saya ke rumah lagi”, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “jangan sering-sering kerumah nanti gak enak sama tetangga”, kemudian anak atas nama ZAID ARRASYID mengatakan “makanya keluar sekarang” kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “udah ngomong gitu sekarang ya?”, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan “cuma pengen ketemu aja” lalu anak atas nama ZAID AR RASYID kembali mengatakan kepada Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dengan cara chating “udah siap-siap, biar aku tunggu”, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menjawab “ya, udah”.
--- Bahwa kemudian setelah melakukan chating via Whats App dengan menggunakan Handphone milik ibu kandung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH maka saat itu Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH langsung siap-siap dan mengganti pakaian selanjutnya Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH keluar rumah lewat pintu samping, dan saat itu Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH langsung menuju kedepan rumah kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH menunggu sekitar lebih kurang 5 (lima) menit lamanya dan kemudian datang anak atas nama ZAID AR RASYID dan TEUKU AFFID FADLI, selanjutnya Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ditarik oleh anak atas nama ZAID AR RASYID untuk naik ke sepeda motor merek Honda Scoopy warna putih, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dibawa ke rumah teman dari abang kandung anak atas nama ZAID AR RASYID, namun Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tidak mengenal siapa pemilik rumah atau teman dari abang kandung anak atas nama ZAID AR RASYID tersebut, dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH melihat saat itu TEUKU AFFID FADLI langsung pergi, lalu Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH disuruh masuk kedalam kamar didalam rumah dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH langsung mengunci pintu kamar tersebut dari dalam, sedangkan anak atas nama ZAID AR RASYID pergi bersama abang kandungnya yang bernama Saksi NAILUL MUNA Bin (alm) HAMDANI untuk membeli rokok, selanjutnya lebih kurang 15 (lima belas) menit anak atas nama ZAID AR RASYID dan Saksi NAILUL MUNA kembali kerumah tersebut dan selanjutnya Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dibawa oleh anak atas nama ZAID AR RASYID menuju ke rumah anak atas nama ZAID AR RASYID yang berada di Gampong Meunasah Pueb Lueng Nibong Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya.
--- Bahwa selanjutnya setibanya di depan rumah anak atas nama ZAID AR RASYID, Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tidak mau untuk masuk kedalam rumah tersebut, lalu pada saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID melakukan pemukulan terhadap Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH di bagian punggung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH sebanyak 3 (tiga) kali, setelah itu anak atas nama ZAID AR RASYID menampar Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak 2 (dua) kali dan mengenai wajah sebelah kanan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID menarik rambut Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH lalu menarik tangan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH secara paksa untuk masuk ke dalam rumah anak atas nama ZAID AR RASYID, kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH masuk ke dalam rumah anak atas nama ZAID AR RASYID dan anak atas nama ZAID AR RASYID langsung menuntun Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke dalam kamar, saat Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH masuk ke dalam kamar bersama dengan anak atas nama ZAID AR RASYID, anak atas nama ZAID AR RASYID langsung mengunci pintu kamar dan kunci pintu kamar tersebut disimpan oleh anak atas nama ZAID AR RASYID, sehingga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tidak tahu harus bagaimana untuk melarikan diri dari dalam kamar tersebut, selanjutnya saat di dalam kamar bersama anak atas nama ZAID AR RASYID, Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH di pukul pada bagian punggung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH sebanyak 2 (dua) kali dan menampar Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID menarik rambut Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH hingga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH merasa kesakitan dan ketakutan, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mendorong Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke atas kasur hingga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH terjatuh di atas kasur, lalu anak atas nama ZAID AR RASYID dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH tertidur.
--- Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 17 Mei tahun 2024 sekira pukul 09.00 WIB, setelah anak atas nama ZAID AR RASYID terbangun langsung menindih Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dengan cara berada diatas Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan mencium Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH di bagian bibir Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan tangan anak atas nama ZAID AR RASYID meraba-raba serta meremas payudara Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH secara berulang-ulang, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID memasukkan penisnya kedalam kemaluan (vagina) Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH hingga melakukan hubungan intim dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH merasakan sakit pada kemaluan (vagina) Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH, selanjutnya anak atas nama ZAID AR RASYID melakukan gerakan naik turun selama lebih kurang 3 (tiga) menit lamanya, kemudian anak atas nama ZAID AR RASYID mengeluarkan spermanya kedalam mulut Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH membuangnya dengan cara memuntahkan sperma tersebut kelantai, setelah menyalurkan hasratnya anak atas nama ZAID AR RASYID kembali memakai pakaiannya dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH juga memakai pakaian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH kembali kemudian Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dan anak atas nama ZAID AR RASYID kembali tidur di atas kasur secara bersama-sama, bahwa Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH selama 6 (enam) hari telah disekap didalam kamar dirumah anak atas nama ZAID AR RASYID tersebut dan anak atas nama ZAID AR RASYID telah melakukan pemerkosaan dengan cara memaksa Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH sebanyak 3 (tiga) kali dalam sehari.
--- Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 21 Mei 2024 sekira pukul 16.00 WIB, anak atas nama ZAID AR RASYID mengatakan kepada Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH bahwa akan pergi kerumah Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH yang berada di Gampong Cot Lheue Rheng Kec. Trienggadeng Kab. Pidie Jaya untuk menjumpai ibu kandung Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH agar seolah-olah anak atas nama ZAID AR RASYID mencari keberadaan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH namun hal tersebut tidak jadi dilakukan oleh anak atas nama ZAID AR RASYID, selanjutnya pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2024 sekira pukul 22.00 WIB, anak atas nama ZAID AR RASYID meminta Handphone Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH merek IPhone XR untuk diperbaiki di counter Handphone yang terletak di daerah Teupin Raya, setelah Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH memberikan Handphone tersebut maka saat itu anak atas nama ZAID AR RASYID pergi keluar rumah dan Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dikunci didalam kamar rumah tersebut, selanjutnya sekira pukul 00.00 WIB, Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH dijemput oleh Anggota Sat Reskrim Polres Pidie Jaya, dan membawa Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH ke Polres Pidie Jaya untuk bertemu dengan keluarga Anak Korban ZUHRATUL AMALIYAH yang sudah menunggu di Polres Pidie Jaya.
--- Bahwa atas kejadian tersebut, pihak keluarga Anak Korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Kepolisian Resor Pidie Jaya.
--- Berdasarkan Surat Visum Et Repertum Nomor : R/150/V/KES.3.1/2024/RS.BHY dari Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Tanggal 23 Mei 2024 telah dilakukan Pemeriksaan terhadap Pasien yang bernama ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA, yang ditandatangani oleh dr. RINA SABRINA, dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
Pada pemeriksaan Fisik :
Pemeriksaan Lokalis :
Anus : kekuatan otot pelepasan longgar, satu jati pemeriksa bisa dimasukkan.
Kesimpulan : Telah dilakukan VER pada ZUHRATUL AMALIYAH umur 16 tahun perempuan, dijumpai luka robek pada selaput dara perlukaan lama. Pasien memerlukan bimbingan psikolog anak.
---Berdasarkan Surat Hasil Pemeriksaan Psikologis Tindak Pidana Pemerkosaan Terhadap Anak Di Bawah Umur atas nama ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA pada hari Kamis tanggal 13 Juni 2024 telah dilakukan pemeriksaan psikologis oleh Endang Setianingsih, M. Pd, Psikolog dengan metode pemeriksaan:
Dengan Kesimpulan : Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban ZUHRATUL AMALIYAH Binti (alm) ZAKARIA patut diduga kuat telah menjadi korban Jarimah Pemerkosaan terhadap Anak dengan tersangka yang bernama ZAID AR RASYID Bin (Alm) HAMDANI dan korban ZUHRATUL AMALIYAH dijadikan relasi dalam hubungan berpacaran yang kemudian dijadikan relasi kuasa yaitu keinginan ZAID AR RASYID untuk menguasai ZUHRATUL AMALIYAH melalui berpacaran.
--- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Jo Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Meureudu, Juni 2024. PENUNTUT UMUM
WENDY YUHFRIZAL, S.H JAKSA MUDA
NOVI NIAZARI, S.H AJUN JAKSA MADYA |
||||||||
| Pihak Dipublikasikan | Ya |
